Miliki Cita Rasa yang Khas, Kopi Latimojong Harus Dikembangkan

0

Diakses & Dibaca : 723 kali.

LUWU – Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin dan Bupati Luwu Basmin Mattayang, melakukan kunjungan ke Kelurahan Larompong, Kecamatan Larompong, Minggu, 5 November 2023. Mereka ngopi bareng bersama warga, termasuk melihat produksi pertanian warga.

Salah satunya, produk dari Luwu yaitu Solaku Coffee Roastery, dengan kopi khas arabica Latimojong. Ditanam diketinggian 3.445 mdpl menuju puncak Rante Mario yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Sulawesi. Beriklim sejuk sepanjang tahun. Kopi Latimojong mulai dikenal pecinta kopi Nusantara sekitar 6 tahun terakhir.

BACA JUGA  Lestarikan Kuliner Khas Wajo, Dekranasda Sulsel Gelar Lomba Nanre Sokkoreng

Kopi yang diproduksi Solaku yang langsung diproses setelah dipetik di hari yang sama, difermentasi, kemudian dikeringkan di tempat khusus, lalu selama 30 hari diistirahatkan.

“Cita rasa arabika tipika Latimojong ini rasa naturalnya, flora sweetness, caramel dan rempah,” kata CEO CV Abe Setia Perkasa, Ambo Ewa.

“Alhamdulillah kita tampilkan produk lokal dengan arabika Latimojong, ini kami juga dibina oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel. Terima kasih atas bantuannya,” sebutnya.

BACA JUGA  Ketua Dekranasda Indira Yusuf Ismail Kunjungi KBRI Belanda, Delegasi Makassar dan Dubes Makan Coto Bareng

Bupati Luwu, Basmin Mattayang menjelaskan, kopi tersebut cukup diminati. “Kopi di sini luar biasa sekali. Saya sudah keliling dengan yang punya usaha. Kami sampai ke Tangerang, cukup diminati. Kita ingin kopi ke depan jadi produk lokal Sulsel, Luwu pada khususnya terkenal di dunia,” jelasnya.

Sementara, Pj Gubernur menyebutkan, kopi Latimojong khas Luwu perlu dikembangkan.

“Kalau ini bagi investor kopi ini boleh datang ke sini investasi. Ini potensinya luar biasa besar. Dan ini rasanya nikmat dan enak,” ucapnya.

BACA JUGA  Sofha Marwah Bahtiar Apresiasi Menu Pangan Lokal Berbahan Dasar Pisang Kreasi TP PKK Enrekang

Selain kopi, ia melihat potensi lainnya yaitu cengkeh dan kemiri.

“Saya lihat juga komoditi unggulan masyarakat Luwu yang ada sejak dulu itu cengkeh. Kita lihat di pinggir jalan (dijemur). Ini luar biasa memang ini kabupaten mandiri yang menghidupi dirinya sendiri,” ujarnya.

“Kemiri yang dari sini sudah diekspor, makanya kita harus pikir keberlanjutannya supaya petani itu dapat jumlah banyak,” imbuhnya. (***/JN Ryawan)

Sumber: Rilis Humas Pemprov Sulsel

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini